Thursday, December 2, 2010

SADARI APA YANG SEDANG TERJADI

Barusan kami kedatangan 'tamu'.Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10-11 th dengan perawakan gagah & kulit bersih. Sebut saja dia Timmy.
Timmy adalah anak tetangga kami, tapi karena lokasi rumahnya jauh dari blok kami, kami tak begitu mengenalnya. Abang mengenalkan kepada kami.
"Bunda, ini temanku, Timmy. Dia sudah klas 4, tapi tingkah lakunya kadang-kadang masih seperti anak 5 tahun!"
OK, kami jadi tahu bagaimana harus berkomunikasi dengan Timmy.
Timmy bertamu karena ingin bermain bersama Abang. Tapi karena sedang asyik dengan sepedanya, Abang jadi lebih sering keluar rumah. Alhasil Timmy jadi lebih banyak berinteraksi dengan Fikhar yang delapan tahun lebih muda dari Timmy.
Mereka berdua duduk tenang di sofa, bercerita (meskipun saya sendiri kurang yakin apakah mereka mengerti satu sama lain) sambil nonton dvd Barney & beberapa film Disney. Rukun & klop.
"Aku sayang Kimi!"
Kata Fikhar sambil menunjuk “Kimi” (Timmy dalam bahasa cadelnya).
Tak berapa lama kemudian terdengar suara Abang di luar, Timmy beralih fokus. Dia bergegas keluar & memanggil- manggil Abang. Ketika tau Abang ternyata di luar pagar, Timmy berusaha keluar rumah, tapi....
"Om, bagaimana cara buka pintunya?" Tanya Timmy ke suami yang kebetulan sedang berada di dekat pintu
"Langsung dibuka saja, gak dikunci koq!"
"Tapi, ada sepeda di depan pintu!" Kata Timmy sambil menunjuk ke sepedanya yang diparkir di depan pintu rumah kami.
"Oh, OK... Apa yg harus Timmy lakukan ya?!" Kata suami yang mulai memahami pernyataan Abang yang mengatakan Timmy kadang-kadang seperti anak berumur lima tahun
"Tidak tau Om!"
"Coba Timmy geser sedikit sepedanya... Bisa dibuka gak ya pintunya?"
Timmy mengikuti saran suami. Dan begitu pintu ‘berhasil’ dibuka, Timmy segera berlalu dengan sepedanya, bergabung dengan Abang di luar.

Karena 'ditinggal' Timmy, Fikhar merasa kesepian.
"Bunda, kita main kotak hijau yuk?" Ajaknya. Kotak hijau adalah sebutan untuk puzzle berbentuk kubus dengan warna dominan hijau. Kemudian diambilnya tangga kayu
“Buat apa  tangganya, Fay?” Tangga kayu itu biasanya digunakan untuk membantu Fikhar cuci tangan karena washtafelnya cukup tinggi.
"Buat ambil kotak hijau! Tempatnya tinggi, Fikhar gak sampai!"
Subhanallah, kedua peristiwa itu membuat saya sadar bahwa saya tengah menyaksikan proses belajar yang luar biasa dari seorang anak: berpikir, mengamati lingkungan, menghubungkan sebab akibat, dan problem solving dari seorang anak. Kalau saja tidak ada peristiwa Timmy dengan pintu & sepedanya saya mungkin akan mengabaikan perkembanghan proses berpikir Fikhar yang sudah bisa merencanakan apa yang akan dilakukannya/dicapainya.
Peristiwa Timmy menyadarkan saya bahwa rangkaian berpikir logis, runut, terstruktur & sistematis bukanlah sesuatu yang "otomatis" tapi sebuah proses berpikir yang panjang & rumit. Diperlukan latihan, bimbingan, dan juga lingkungan yang kondusif bagi anak untuk berpikir & memecahkan persoalan hidupnya.
Saya bersimpati & ikut prihatin bersama orang tua Timmy. Dan semoga Timmy mendapat pendidikan yang tepat, sehingga dia bisa tumbuh menjadi manusia mandiri yang bahagia...
Doa kami untukmu, nak...

No comments:

Post a Comment