Cerita tentang si cantik Melati tidak berhenti di situ... Dari waktu ke waktu, kami jadi makin mengerti, ternyata Melati sangat perhatian kepada orang lain dan penuh welas asih...
Di sekolahnya yang bersifat inklusif (belajar bersama dengan teman-teman berkebutuhan khusus) Melati menunjukkan perhatian yang sangat besar kepada teman-temannya yang berkebutuhan khusus.
Tak jarang kami lihat Melati masuk kelas paling belakang, karena harus membimbing temannya yang berkebutuhan khusus, yang biasanya mengalami kesulitan pada saat transisi (berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan berikutnya). Dan hal itu dia lakukan dengan tersenyum! Sungguh menggambarkan perasaan hatinya yang tulus ikhlas & bahagia bisa membantu temannya.
Pernah suatu ketika Melati ditegur Ibu Guru karena terlihat melamun dan tidak mengerjakan tugas sekolah. Ketika ditegur, Melati dengan tangkas menjawab
"Ibu, saya tidak sedang melamun...! Saya sedang memikirkan, kalau nanti sudah dewasa, siapa yang akan mengurus Xxxx ya? Apa saya jadi isterinya saja ya?!" Xxxx adalah temannya yang berkebutuhan khusus.
Luar Biasa...!!
Pernahkah kita memiliki perhatian, keprihatinan dan rasa welas asih kepada orang lain seperti yang ditunjukkan Melati? Atau kita sibuk memikirkan diri sendiri & keluarga, dan makin mengabaikan sekitar kita, bahkan ketika pintu hati kita telah diketuk?
Sungguh cantik dirimu, Melati. Kalau saja dia mengikuti pemilihan ratu dunia, pastilah dia akan terpilih karena kecantikan & kecerdasannya. Akan tetapi, tak perlu baginya untuk ikut kontes, dialah ratu dunia yang sesungguhnya! Kecantikan lahir bathinnya akan menerangi dunia, meskipun tanpa mahkota & kilau permata.
No comments:
Post a Comment