Monday, December 27, 2010

Kosa Kata a la Kamus Fikhar

Sekalipun tergolong kurang maju dalam hal pelafalan, Fikhar termasuk ekspresif dalam berbicara & bercerita dan senang mencoba menggunakan kata yang baru dikenalnya. Pada penggunaan kata-kata baru, Fikhar terkadang pas, tapi juga sering meleset atau bahkan terbalik maknanya.
Misalkan, ketika kami berada di sebuah food court, saya ajak Fikhar “browsing” memilih makanan baru yang belum pernah dia coba. Saya kuatkan untuk mencicipi masakan lain karena Fikhar cenderung memilih menu makanan yang aman/sudah dikenalnya. Fikhar menolak,
“Gak mau coba makanan baru, nanti aku BOSEN!”
Pernah juga, dia menemukan istilah “baru”.
Pada waktu itu, Fikhar sedang bersiap untuk mandi. Ternyata di lantai kamar mandi ada serangga yang terperangkap saringan air, bergerak-gerak berusaha melepaskan diri. Fikhar kurang nyaman dengan kondisi tersebut,
“Bundaaaa…… tolong serangganya itu DIDAPETIN (ditangkap) dulu, terus dibuang ke tempat sampah. Aku gak bisa mandi nih!”
Pernah pula, dia merasa gatal di punggung dan dia agak susah menggaruk. Dia minta tolong,
"Bunda tolong dong, punggungku DIGATELIN!"

Tapi Fikhar juga pernah menemukan kata baru, dan berusaha memahaminya sendiri. Ceritanya, abangnya sedang asyik mempertontonkan kepada teman-temannya mainan barunya, helikopter yang dikendalikan dengan remote control. Fikhar terlihat tekun menyimak perbincangan abangnya dengan teman-temannya tersebut.
Tanpa disadari Fikhar, topik pembicaraan tiba-tiba beeralih ke merek-merek sepatu bola. Apalagi abangnya masih bercerita sambil memegang mainan helikopter itu di tangannya. Fikhar masih asyik menyimak. Ketika pembicaraan selesai dan abang beserta teman-temannya bubar, Fikhar melapor dengan wajah bangga :
“Bunda, helikopter ADIDAS itu paling bagus!

Kenapa?"
“Iya, terbangnya paling kenceng, terus kalau nembak bola bisa jauh banget, soalnya enteng!”

No comments:

Post a Comment