Apakah Anda memahami tulisan "sandi" di atas?
Jika saya mengetikkan kembali beberapa kata di foto di atas, menjadi seperti di bawah ini, apakah akan membuat Anda lebih mengerti?
Baba belek sip hev iu eni ul
yeser yeser teri bek vul
Masih juga susah memahami?
Bagaimana kalau Anda membacanya sambil mendendangkan lagu Baa Baa Black Sheep?
.............
Gotcha!
Baba belek sip hev iu eni ul
(Baa Baa black sheep, have you any wool)
Yeser yeser teri bek vul
(Yes sir, Yes sir, three bags full)
Itu tadi adalah karya luar biasa dari Ananda Nayla Khairunisa (5 tahun).
Mamanya memang sengaja belum mengajarkan berbahasa Inggris lisan & tulisan kepada Nayla di usia dini. Namun semangat Nayla untuk menuangkan apa yang ada di benaknya sungguh tak terbendung!
Ada dua pendapat mengenai pembelajaran bahasa asing kepada anak usia dini. Satu pendapat pro mengatakan, bahwa anak usia 0-5 tahun atau paling tidak sebelum masa pubertas - adalah masa emas "pembelahan sel otak" sehingga merupakan periode terbaik bagi seorang anak untuk mempelajari bahasa asing (bahasa kedua).
Adapun pendapat kontra, salah satunya dianut oleh tokoh pendidikan Howard Gardner, justru percaya bahwa keberhasilan seseorang dalam mempelajari bahasa asing/bahasa kedua lebih ditentukan oleh motif/kebutuhan berkomunikasi dengan lingkungannya. Jadi, kalau memang belum ada kebutuhan untuk berkomunikasi dalam bahasa asing (misal, sehari-hari di rumah atau di sekolah menggunakan bahasa Indonesia), ya susah untuk berhasil.
Apapun itu, saya percaya Nayla akan mudah mempelajari bahasa Inggris, karena dia akan mencari dan memotivasi dirinya sendiri untuk menemukan bahasa itu ketika dia merasa membutuhkannya. Foto di atas merupakan lompatan besar bagi Nayla untuk memulai pencariannya atas pemahaman berbahasa asing!
Go ahead Nayla, you did a great thing!

No comments:
Post a Comment